Esquire Theme by Matthew Buchanan
Social icons by Tim van Damme

04

Feb

Summer in Venice :”>

Summer in Venice :”>

15

Sep

Another Sunday

Hhhh 5 pm already? so I’m gonna start the Monday in next 12 hours, since nothing I can do about it, so that’s  fine.

Now I work on another project @Parlemen_Muda , im so excited to contribute in this kind of project ( Thank’s to my soul sister @Geacitta to ask me to join!). Kenapa saya suka dengan kegiatan ini? First of all cus ths is sooooo awsome, kebayangkan kalo akhirnya bisa kerja sama orang orang yang dari dulu lo denger beritanya, follow twitternya, baca tulisan2 di blognya, dan sangat sangat kagum sama mereka, this is definitely a dreams come true ! *dance2*

Sedikit tentang Parlemen Muda, adalah suatu gerakan dari dan untuk anak muda Indonesia yang ingin meningkatkan kesadaran anak muda tentang isu sosial dan politik. Politik? Yep, lewat Parlemen Muda sedikit banyak kita akan coba mengubah pikiran anak muda bahwa politik itu bukan cuma urusan orang orang tua atau cuma mereka yang tergabung dalam partai atau bapak ibu di DPR sana. Tapi kita sebagai warga negara yang dewasa dan punya hak pilih artinya juga punya kewajiban dan hak dalam berpolitik. Selengkapnya ttg Parlemen Muda bisa dilihat di http://parlemenmuda.org

Apa yg gue lakuin di PM a.k.a Parlemen Muda ?

Gue bekerja dalam S-Team (S-election, S-atelite, S-uper!) yang sampe deadline pendaftaran calon Anggota Parlemen Muda 2014, tanggal 30 September nanti harus berusaha menyebarkan info tentang seleksi PM. Daerah yang gue pegang adalah Kal-Tim, Kal-Tara dan Kal-Sel, jelas karena gue punya sangat banyak link di daerah2 tsb. Dan setelah selesai nonton film India seharian ini gue nongkrong di depan laptop buat menyebarakan info kesana setengah pulau Kalimantan via personal contac and of course social media as fb, twitter, blog, website enz.

It feel so nice to working on this project, meet nice new people, new friends, new activities, and yes it nice to contribute ! :)


Groetjes

07

Aug

La petite tour Eiffel #CeritaDariKamar

Terbangun dan membuka mata.. Pink ?

Ah ya rumah.. kamar ini, hanya langit langitnya yang masih sama : bertaburan bintang dan bulan versi glow in the dark. Perabot lainnya? Berpindah dan terganti sesuka hati si Adik hanya dalam waktu satu minggu, sejak tahun lalu ku tinggalkan kamar ini untuk kuliah ke Jokowitown. Tapi di rak pajangan itu ada yang masih sama, beberapa souvenir yang ku dapat dari hasil menjelajah Eropa. Salah satunya paling aku suka, La petite tour Eiffel atau Little Eiffel. How I got it? It bring back memories

image

Hari itu 23 Juni 2011, aku masih ingat hangatnya udara musim panas saat berjalan menyusuri sungai indah La Siene, hati ku begitu gembira, “Aku di Pariiiss!!!” jeritku dalam hati, sambil berlarian menggendong ransel ku ulangi kata itu pada pohon, pada mawar, pada jejakku, pada udara dan akhirnya pada Eiffel. Ia berdiri anggun disana, mahakarya kebanggaan Perancis. Aku sampai, dan berdiri tepat di bawah Eiffel, menakjubkan! This is one of the seven wonder ever and here I am ! Semua orang tumpah ruah di sekitar Eiffel, datang dari berbagai penjuru dunia.

Di musim panas matahari baru turun jam 9 malam. Aku menunggu di taman besar itu kemudian sederet lampu perlahan menyala. Aku lihat sekitar, hiruk pikuk berkurang, orang orang mulai berkumpul dan membuka alas untuk duduk. Eiffel memang magis dan penuh romantisme, mungkin ada ratusan pasangan disana setiap malam, lawan jenis maupun sesama jenis. Sepasang merpati di dekatku (kali ini lawan jenis) mengeluarkan sandwich, wine dan selimut dari keranjang piknik mereka, lalu saling bersandar dan berbincang, tertawa sambil sesekali berciuman, tidak terlihat vulgar malah hangat dan sangat indah.. Sementara aku.. yah menonton saja.

image

Jam 10 malam akhirnya semua lampu telah menyala, aku tertegun… Indahnya. Indahnya Ya Tuhan. Indahnya. Indahnya… Sayangku, andai kamu lihat ini. Well, satu bulan telah berlalu sejak aku tau pacar ku di Indonesia selingkuh. Aku hancur berkeping keping, serangan jantung, kritis, ingin mati amat sangat. Selalu jadi mimpiku untuk pergi ke Paris dengannya. Mana pernah menyangka kunjungan pertamaku ke Paris malah dalam kondisi patah hati stadium empat.

Ku katakan padanya “Eiffel, I’m in a terrible heart break!”, aku menangis dan menumpahkan segala isi hatiku. Kenapa, kenapa harus di tempat ini ya Tuhan? Di salah satu kota paling romantis di dunia aku malah menangis karena putus cinta, ah ironisnya. Aku menatap Eiffel dengan air mata mengalir dan tertegun lagi dengan keindahannya. Telah ku katakan semua yang terpendam, biar, hanya disana lah boleh tumpah ruah perasaanku.

Dunia begitu indah, haruskah sedih berlarut hanya untuk seseorang? Tidak. Eiffel tetap cantik disana, anggun, megah. Muncul tekad dalam diri ku, cukup disini. Sampai ke Eiffel adalah salah satu momentum dalam hidupku, salah satu pencapaian mimpiku. Harus ada yang berubah di moment ini, harus. Tidak akan ku bawa pulang pedih dan sakit hati, luka pasti membekas tapi bagaimanapun ia akan sembuh. Aku harus kembali bermimpi dan menapak lagi!

Aku menatap Eiffel dan tertegun lagi.. Indahnya. Nanti kalau aku kembali, aku akan ingat menangis dan menjadi kuat disini. Aku tersenyum, hati ku terasa nyaman dan hangat. Aku menghela nafas panjang dan berdiri, gontai menuju stasiun metro Champ de Mars dengan enggan. Mata ku tak pernah lepas dari Eiffel, benar benar keajaiban dunia, bahkan keajaiban dalam kegalauan ku juga terjadi disini. Eiffel jadi semacam sahabat bagi hatiku.

Tepat dibawah menara itu ada penjual souvenir yang menjajakan miniatur Eiffel, aku beli satu dengan warna tembaga seharga 4€. Benda mungil ini sebagai pengingat dan membuatku bangga pada diri sendiri setiap kali melihatnya : salah satu mimpi ter-impossible yang pernah aku punya sudah terpenuhi, aku sudah berdamai dengan si hati yang sakit dan telah selamat melalui patah hati. Voila ! :)

19

Jul

I will ! for my self :)

I will ! for my self :)