Just another chat with my favorite girl in the universe : Geacitta !
“Sekarang tinggal pilih, mau jadi ikan besar di kolam kecil atau ikan kecil di kolam besar ?”
Kalimat itu bikin saya merenung, saat ini mungkin kami telah masuk dalam Waktu Indonesia Bagian Galau : University Matter !
Yah pasti ada ribuan anak nganggur [baca: sudah tidak sekolah, belom lulus dan belom mahasiswa] diluar sana yang lagi pada galau di bulan bulan ini untuk nentuin kuliah dimana, ngambil fakultas apa, prodi apa? Nyambung enggak sama sekolahnya? Sesuai ngk sama kemampuan nya? Dan pertanyaan terakhir yang so ridiculous to be asked… Kalo lulus dari situ gampang ngk dapet kerjanya? (no offense for the last question!)
2 minggu terakhir ini saya sudah mulai sibuk bimbel untuk snmptn, kenapa bimbel? karna saya pindah ips, once again? Ips, ONCE AGAIN? I.P.S
Agak kontroversial di GO sebenernya, I’m the only anak IPA yg pindah ke IPS. Apalagi sebulan sebelom UN kemaren saya udah kaya wakar GO, pulang paling sore karna ngambil extra 2 jam konsultasi pelajaran, setelah 2 jam bimbel (FYI, setelah belajar di sekolah 5 jam) Semua nyangka saya terobsesi masuk kedokteran sangkin rajin nya belajar IPA. Tapi sekarang… taarraaaa UN sudah lewat dan saya anak IPS *Standing Ovation*
It’s just your passion Well, setelah pengembaraan tahun lalu di ranah Eropa I’ve found my self: saya suka ilmu sosial lebih dari ilmu alam. Modal untuk jadi anak bidang sosial adalah jiwa sosial yang tinggi, whichis absolutely in my vein! Walaupun manusia adalah makhluk sosial, percayalah bisa dihitung jari orang yang memiliki jiwa sosial tingkat excellent dan keinginan untuk bergerak demi kepentingan sosial.
Balik lagi ke urusan kuliah,
Pilihan pertama saya adalah Hubungan Internasional di UI. Kenapa, karna saya merasa tertarik pada studinya [bukan pada lulusannya yang katanya bisa jadi Diplomat, kerjaannya keluar negri dan -kebanyakan- menghambur duit negara] juga benar benar terilhami -sekali lagi- oleh penjelajahan di eropa tahun lalu. See? how the way AFS open my mind..
Pilihan kedua adalah Kesejahteraan Sosial, UI. Karena studinya, sesuai dengan salah satu cita - cita saya : Mensejahterakan masyarakat, mensejahterakan Indonesia. Muluk? Menurut perspektif saya sih tidak. I believe Indonesia have a chance, a hope, always. Salah satu nya lewat saya. Over Confidence? I name it Aim high and dare to dream! Indonesia for me is not what can I get, but what can I give, always. Nasionalis, ai’em ! :D
Pilihan ketiga adalah IPB, dan ke empat adalah Paramadina keduanya melalui jalur khusus.
I have no idea, gimana dunia kuliah nanti akan berjalan. Bahkan 3 bulan lagi saya bakal ada dimana adalah suatu misteri yang bener bener cuma Yang Maha Kuasa yang tau. Khawatir juga kadang kadang, gimana ya kuliah? Anak anak lain dari seluruh Indo rebutan mau kuliah, bakal lulus dimana ya snmptn? bakal naik nggak ya passing grade gue try out minggu depan? Atau ngambil kuliah di Samarinda aja *yang sebetulnya BIG NO!* tapi bukan mustahil saya akan berakhir di UnMul, fakultas? TEKNIK PERTAMBANGAN
I remember a post last year when I celebrate my 6 months in Belgium, it was ‘Saat Rajin Pangkal Pandal Bukan Pribahasa Belaka!’ kalo baca itu lagi selalu terharu mengingat betapa beratnya perjalanan tahun lalu, sendirian, jauh, asing, tapi bisa saya bilang… it was a success journey !
Kali ini akan sama, saya akan pergi, tidak lebih jauh tapi pasti lebih lama. Akan jadi seperti apa? tidak tau juga. Akan sukses kah? Itu harapan terbesar saya. Kenapa terobsesi sekali untuk keluar daerah? Get out the box, karna dunia ini luas, bukan cuma Samarinda dan Mahakam atau Belgia dengan coklat dan beer nya.
Saya sedang mencari dunia saya, bagaimana? Tidak dengan hanya berpijak di satu batu pastinya!
So… big fish in small pond or small fish in big pond ? You choose !